selamat datang...

terimakasih... anda telah mengunjungi blognya ANTO...

semoga kontent dari blog ini dapat bermanfaat bagi pengunjung sekalian...

Senin, 01 November 2010

hari minggu kemaren ceritanya sikakak pengen pesen kua ultah karena bentar lagi mau ultah dia, udah milih milih gambar ini itu nanya harga sesuai dengan ukurannya dan dijelaskanlah sama si mas penjaga conternya... udah deal, siap siap bayar uang tanda jadi...
eh... datang deh si mbak penjaga conter yang satu lagi, oh kalo yang ini sih minimal harganya sekian!!! (dengan mimik tak bersahabat), lah terus yang dijelasin sama si mas tadi gimana mbak??? (tanyaku dengan bengongnya...), pokoknya yang ini mah minimal harganya sekian pak karena ada ini, itu, bla bla bla... (dengan wajah yang masi ketus)...
langsung aja kubilang ga jadi mbak... sambil ngeloyor pergi...

dari pengalamanku diatas tadi boleh disimpulkan ;
sebagus apaun perusahaan, apabila pelayanan SDM nya ga bagus tetep aja akan ditinggal sama pelanggannya walopun pelanggan tersebut amat sangat butuh produk yang ditawarkan...

jadi wahai pemilik perusahaan, pemimpin perusahaan... direksi, direktur utama, komisaris.... rawatlah dn bimbinglah SDM anda kalo ga ingin perusahaan anda ditinggalkan pelanggan dan bangkrut karena SDM yang tidak profesional....

Selasa, 26 Oktober 2010

uneg uneg...

akhir akhir ini lagi ga nyaman aku...
perasaan was was selalu menggelayutiku...
sehingga motivasi sempat ilang...

bagaimanakah cara membangun motivasi yang ilang itu???
kucoba tuk belajar ikhlas...
tapi kenapa aku malah merasa ga peduli pada lingkungan??? masa bodoh??? cuek???

Ya Alloh Ya Robb...
ampunilah dosa hambamu ini...

Jumat, 22 Oktober 2010

karakteristik karyawan

Kesuksesan perusahaan tergantung dari loyalitas dan karakteritas karyawannya...
loyaliyas karyawan tergantung bagaimana pimpinan perusahaan mendalami karakteristik masing masing karyawannya sehingga bisa menjadi pribadi yang baik, loyal, dan tidak diragukan lagi integritasnya...

Berikut ini  contoh contoh karakter karyawan :

Karakteristik pertama
Jika anda bekerja maka perusahaan merasa diuntungkan dan bila anda tidak ada perusahaan merasa kehilangan, bahkan bisa merugi.
Ciri-ciri karyawan tipe ini:
* Selalu punya insiatif tindakan untuk mendukung bidang pekerjaannya bahkan berpikir pengaruhnya terhadap divisi yang lain dalam perusahaan tyersebut.
* Selalu berpikir global dan melaksanakan sesuai dengan kewenangannya (Think Globally act locally).
* Selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri untuk mendukung kinerja.
* Memberikan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru dan segar bagi kemajuan perusahaan.
Jika anda tipe karyawan seperti ini, anda akan sukses di bidang pekerjaan anda. 
Jika anda tidak cocok dengan bidang pekerjaan yang digeluti sekarang ini, segera diterima ditempat lain anda tetap akan sukses dibidang pekerjaan yang lain.

Karakteristik kedua
jika anda bekerja maka perusahaan senang dan diuntungkan; namun bila anda tidak ada maka perusahaan biasa saja dan tidak dirugikan sama sekali.
Ciri-ciri tipe ini:
* Karyawan tipe ini bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu.
* Bersedia untuk melakukan pekerjaan yang lain apabila diperintah oleh atasannya.
Jika anda pada tipe ini, anda akan aman di perusahaan tempat anda bekerja. 
Bahkan jika ada kesempatan anda mungkin akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Karakteristik ketiga
Jika anda bekerja perusahaan sepertinya biasa saja dan jika anda tidak adapun perusahaan seakan biasa saja tidak untung tidak rugi
Ciri-ciri:
* Tipe ini adalah karyawan text book.
* Tipe ini juga tipe Yes Sir!
* Karyawan ini adalah karyawan entah karena kemampuannya atau karena mentality-nya tidak mau berubah menjadi lebih baik.
Jika anda pada tipe ini anda tidak akan mempunyai prestasi khusus. 
Anda juga akan sulit sekali mendapat promosi jabatan kecuali diperusahaan anda memang tidak ada orang lain lagi. 
Sebaiknya anda segera menggali potensi dalam diri anda.

Karakteristik keempat
Jika anda bekerja perusahaan terkesan biasa saja, tidak terlalu diuntungkan dan tidak juga merugikan namun bila anda tidak ada maka perusahaan malah akan senang dan diuntungkan
Ciri-ciri:
* Karyawan ini sering ceroboh melakukan pekerjaannya, meskipun tidak sampai mengakibatkan kerusakan fatal
* Karyawan ini juga sering lalai dalam menjalankan tugas-tugas meski tidak seluruhnya ada aja hal-hal yang terabaikan.
* Karyawan ini juga sering ijin tidak masuk karena berbagai keperluan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.
* Karyawan ini juga sering meremehkan hal-hal kecil yang bisa mengakibatkan kemunduran kinerja dia sendiri
Jika anda tipe ini, sangat disayangkan anda sama sekali tidak punya kesempatan untuk menaikkan jenjang karier apabila anda tidak cepat merubah diri.

Karakteristik kelima
Jika anda bekerja maka perusahan sepertinya dirugikan, bilamana anda tidak ada dipastikan perusahaan akan merasa senang dan diuntungkan.
Ciri-ciri:
* Karyawan akan selalu mengeluh dalam segala hal.
* Tidak ada tanggungjawab terhadap pekerjaannya
* Selalu menganggap remeh atasannya
* Selalu bermasalah dengan rekan karyawan yang lain maupun dengan atasannya.
Jika anda tipe karyawan seperti ini, sebaiknya segera instropeksi diri. 
Sebab gerbang kesuksesan sangat menjauh dari anda. 
Saat ini perusahaan tempat anda bekerja sedang bersiap-siap untuk memecat anda.

berada di karakter manakah anda saat ini????

Jumat, 15 Oktober 2010

mahkotai diri dengan keikhlasa.....
karena dengan ikhlas akan menuntun anda dalam mengarungi kerumitan kehidupan ini....

Minggu, 10 Oktober 2010

memberilah... 

karena kau akan menerima berlipat ganda dengan tak disangka sangka.......

Rabu, 24 Maret 2010

askep komunitas

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Keluarga
Asuhan keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan menggunakan pendekatan sistematik untuk bekerja sama dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga.
Tahapan dari proses keperawatan keluarga meliputi :
1. Tahap Pengkajian
Pengkajian merupakan suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya.
Sumber informasi dari tahap pengkajian dapat menggunakan metode :
a. Wawancara keluarga
b. Observasi fasilitas rumah
c. Pemeriksaan fisik anggota keluarga
d. Data sekunder
Hal yang perlu dikaji dalam keluarga, adalah:
a. Data Umum
1) Nama kepala keluarga
2) Alamat dan telepon
3) Pekerjaan kepala keluarga
4) Pendidikan kepala keluarga
5) Komposisi kepala keluarga dan genogram
6) Tipe keluarga
7) Suku bangsa
8) Agama
9) Status sosial ekonomi keluarga
10) Aktivitas rekreasi keluarga

b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti.
2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi
3) Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang meliputi riwayat penyakit, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi), sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman terhadap pelayanan kesehatan pada tiga bulan terakhir.
4) Riwayat keluarga sebelumnya
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri.
c. Pengkajian lingkungan
1) Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah, tipe rumah, jumlah anggota, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakan perabot rumah tangga, jenis septic tank, dengan sumber air minum yang digunakan, denah rumah serta status kepemilikan.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas setempat, contoh: ronda
3) Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografi keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat, berapa lama keluarga tinggal di daerah tersebut, bagaimana keluarga keluar dari lingkungan rumah.
4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan untuk berkumpul dan sejauh mana keluarga interaksinya dengan masyarakat.
5) Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah jumlah keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh keluarga untuk menunjang kesehatan.
d. Struktur keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga
2) Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk merubah perilaku di keluarga tersebut
3) Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal.
4) Nilai atau norma keluarga
Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga yang berhubungan dengan kesehatan, contoh: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan.
e. Fungsi keluarga
1) Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada anggota keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
2) Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga, sejauhmana anggota keluarga belajar disiplin, norma, budaya dan perilaku.
3) Fungsi perawatan kesehatan
Hal-hal yang dikaji sejauhmana keluarga melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga adalah:
a) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
b) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat
c) Untuk mengetahui kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
d) Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat
e) Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
4) Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:
a) Berapa jumlah anak
b) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
c) Metode apa yang digunakan keluarga dalam mengendalikan jumlah anggota keluarga
5) Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah:
a) Sejauhmana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.
b) Sejauhmana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
f. Stressor dan koping keluarga
1) Stressor jangka pendek dan panjang
a) Stressor jangka pendek yaitu stressor yang di dalam keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu kurang lebih enam bulan
b) Stressor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari enam bulan
2) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga berespon terhadap situasi/stressor
3) Strategi koping yang digunakan
Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan
4) Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan
g. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga.
h. Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian perawat menanyakan harapan keluarga terhadap pertumbuhan kesehatan yang ada.


2. Analisa data
Analisa data merupakan kegiatan pemilahan data dalam rangka proses klarifikasi dan validasi informasi untuk mendukung penegakan diagnosa keperawatan yang akurat.
Analisa data dapat berfungsi sebagai review data yang dapat menghubungkan antara penyebab dan masalah yang ditegakkan, dan menghubungkan data dari pengkajian yang berpengaruh kepada munculnya suatu masalah keperawatan.

3. Perumusan Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan kumpulan pernyataan, uraian dari hasil wawancara, pengamatan langsung, dan pengukuran dengan menunjukkan status kesehatan mulai dari potensial, resiko tinggi, sampai masalah aktual.
Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapatkan pada pengkajian.
Tipologi dari diagnosa keperawatan
a. Aktual (Terjadi defisit/gangguan kesehatan): P+E
Dari hasil pengkajian didapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan.
b. Risiko (Ancaman kesehatan): P+E
Sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan

c. Potensial (Keadaan sejahtera/wellness): P dan E boleh ada atau tidak
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan.

Skoring:
1) Tentukan skor untuk setiap kriteria
2) Skor dibagi angka tertinggi dan dikalikan dengan bobot

3) Jumlahkan skor untuk semua kriteria
4) Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot.
Faktor- faktor yang mempengaruhi penentuan prioritas :
1) Sifat masalah
Dalam menentukan sifat masalah bobot yang paling besar diberikan pada keadaan sakit atau yang mengancam kehidupan keluarga, yaitu keadaan sakit atau pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan usia, kemudian diberikan pada keadaan hal-hal yang mengancam kesehatan keluarga dan selanjutnya kepada situasi krisis dalam keluarga di mana terjadi situasi yang menuntut penyesuaian dalam keluarga.
2) Kemungkinan masalah dapat di ubah
Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah dapat diubah adalah:
(a) Pengetahuan teknologi dan tindakan-tindakan untuk mengatasi masalah.
(b) Sumber daya keluarga, di antaranya keuangan, tenaga, sarana dan prasarana.
(c) Sumber daya perawatan, di antaranya adalah pengetahuan, keterampilan dan waktu.
(d) Sumber daya masyarakat dapat dalam bentuk fasilitas organisasi seperti posyandu, polindes dan sebagainya.
3) Potensi masalah untuk di cegah.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam melihat potensi pencegahan masalah adalah :
(a) Kepelikan/kesulitan masalah hal ini berkaitan dengan beratnya penyakit atau masalah yang menunjukkan kepada prognosa dan beratnya masalah.
(b) Lamanya masalah, berhubungan dengan jangka waktu terjadinya masalah. Lamanya masalah berhubungan erat dengan beratnya masalah yang menimpa keluarga dan potensi masalah untuk di cegah
(c) Tindakan yang sudah dan sedang di jalankan, adalah tindakan untuk mencegah dan memperbaiki masalah dalam rangka meningkatkan status kesehatan keluarga.
(d) Adanya kelompok risiko tinggi dalam keluarga atau kelompok yang sangat peka menambah potensi untuk mencegah masalah.
4) Menonjolnya masalah.
Adalah merupakan cara keluarga melihat dan menilai masalah tentang beratnya masalah,serta mendesak masalah untuk diatasi


4. Perencanaan Tindakan Keperawatan
Perencanaan keperawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan yang mencakup tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan

5. Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan terhadap keluarga mencakup hal-hal dibawah ini:
a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan
b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat
c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit
d. Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi sehat
e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada

6. Evaluasi
Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara operasional
S adalah hal-hal yang di kemukakan oleh keluarga secara subjektif setelah dilakukan intervensi keperawatan
O adalah hal-hal yang ditemui oleh perawat secara objektif setelah dilakukan intervensi keperawatan
A adalah analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu pada tujuan yang terkait dengan diagnosa
P adalah perencanaan yang akan datang setelah melihat respons dari keluarga pada tahapan evaluasi
Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan selama proses asuhan keperawatan, sedangkan evaluasi sumatif adalah setelah proses keperawatan berlangsung

askep komunitas

Konsep Dasar Keluarga
1.Pengertian
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul serta tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, {Dep Kes RI, 1998})

Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan, atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. ( Salvicion G Bailon Dan Aracelis Maglaya, 1998)

Dari definisi definisi tersebut diatas, penulis dapat membuat kesimpulan bahwa keluarga adalah:
a. Unit terkecil masyarakat.
b. Terdiri dari dua orang atau lebih.
c. Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah.
d. Hidup dalam satu rumah tangga.
e. Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga.

2.Tipe Keluarga
a.Keluarga inti (Nuclear family)
Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
b.Keluarga besar (Extended family)
Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.Keluarga berantai (Serial family)
Adalah keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.Keluarga duda atau janda (Single family)
Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian
e.Keluarga komposisi (Composite family)
Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.Keluarga kahabitas (Cohabitation family)
Adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.



3.Tahap perkembangan keluarga
Tahap-tahap kehidupan keluarga menurut Duvall adalah sebagai berikut :
a.Tahap pembentukan keluarga
Tahap ini dimulai dari pernikahan, yang dilanjutkan dalam membentuk rumah tangga.
b.Tahap menjelang kelahiran anak
Tugas keluarga yang utama untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang dinantikan
c.Tahap menghadapi bayi
Dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak, karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat bergantung kepada kedua orang tua dan kondisinya masih sangat lemah.
d.Tahap menghadapi anak pra sekolah
Pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan, karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma kehidupan agama, sosial, budaya dan sebagainya.
e.Tahap menghadapi anak sekolah
Dalam tahap ini tugas keluarga adalah bagaimana mendidik anak, mempersiapkan anak untuk mempersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas sekolah anak dan meningkatkan pengetahuan umum anak.
f.Tahap menghadapi anak remaja
Tahap ini yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak-anak mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling mengerti antara kedua orang tua dan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.
g.Tahap melepaskan anak ke masyarakat
Setelah melalui tahap remaja, anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya. Dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga.
h.Tahap berdua kembali
Setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri, tinggallah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak dapat menerima akan dapat menimbulkan depresi dan stres.
i.Tahap masa tua
Tahap ini masuk ke dalam tahap usia lanjut, dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia fana ini.(Effendi,1998)

4.Struktur Keluarga
a.Ciri-ciri struktur keluarga
1)Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan sebuah organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai. Organisasi yang baik ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antar anggota sebagai bentuk saling ketergantungan dalam mencapai tujuan.
2)Keterbatasan
Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak bisa semena-mena, tetapi mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-masing oleh anggota keluarga.
3)Perbedaan dan kekhususan
Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan masing-masing anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran ayah sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak.
b.Struktur keluarga
1)Dominasi jalur hubungan darah
a)Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah. Suku-suku di Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga Patrilineal.
b)Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ibu. Suku padang salah satu suku yang menggunakan struktur keluarga matrilineal.
2)Dominasi keberadaan tempat tinggal
a)Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak suami.
b)Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak istri.
3)Dominasi pengambilan keputusan
a)Patriakal
Dominasi pengambil keputusan ada pada pihak suami.
b)Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri.

5.Fungsi Keluarga
a.Fungsi biologis
Fungsi biologis bukan hanya ditujukan untuk meneruskan kelangsungan keturunan, tetapi juga memelihara dan membesarkan anak dengan gizi yang seimbang, memelihara dan merawat anggota keluarga juga bagian dari fungsi biologis keluarga.
b.Fungsi psikologis
Keluarga menjalankan fungsi psikologisnya antara lain untuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara anggota keluarga, membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitas keluarga.
c.Fungsi sosialissasi
Fungsi sosialisasi tercermin untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan-batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh pada anak. Meneruskan nilai-nilai budaya.
d.Fungsi ekonomi
Keluarga menjalankan fungsi ekonomisnya untuk mencari sumber-sumber penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penghasilan keluraga, menabung untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak dan jaminan hari tua.
e.Fungsi pendidikan
Keluarga menjalankan fungsi pendidikan untuk menyekolahkan anak dalam rangka memberikan pengetahuan, keterampilan, membentuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa, mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya

6.Tugas keluarga di bidang kesehatan
Dalam asuhan keperawatan keluarga, diharapkan keluarga mampu untuk :
a.Mengenal masalah kesehatan yang dialami anggotanya
b.Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi anggotanya
c.Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
d.Memodifikasi lingkungan sehingga akan terjamin kesehatan keluarga yang baik
e.Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di lingkungannya apabila ada anggotanya ada yang mengalami gangguan kesehatan

Selasa, 16 Maret 2010

AKREDITASI KAMAR BEDAH

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT
PEDOMAN KHUSUS

PELAYANAN KAMAR OPERASI


Std. 1. FALSAFAH DAN TUJUAN.

Pelayanan di Kamar Operasi harus memiliki falsafah dan tujuan tertulis yang mencerminkan pelayanan medis dan pelayanan perawatan agar dapat tercipta koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien selama dilakukan tindakan pembedahan.

S1.P1 Falsafah dan tujuan pelayanan harus konsisiten dengan falsafah dan tujuan rumah sakit.

Skor :
0 = Tidak ada falsafah dan tujuan tertulis.

1 = Falsafah dan tujuan Kamar Operasi sedang dalam penyusunan.

2 = Ada falsafah dan tujuan pelayanan Kamar Operasi tertulis, tapi belum konsisten dengan falsafah dan tujuan rumah sakit.

3 = Ada falsafah dan tujuan Kamar Operasi tertulis yang konsisten dengan falsafah dan tujuan rumah sakit.

4 = Ada falsafah dan tujuan Kamar Operasi tertulis yang konsisten dengan falsafah dan tujuan rumah sakit. Ditetapkan dengan keputusan Kepala Kamar Operasi. Diketahui dan dipahami oleh karyawan Kamar Operasi.

5 = Ada falasafah dan tujuan Kamar Operasi tetrulis yang konsisten dengan falsafah dan tujuan rumah sakit. Ditetapkan dengan keputusan pimpinan RS. Nyata terlihat pada program kerja, kegiatan dan sikap-perilaku karyawan Kamar Operasi.

D.O : Cukup Jelas

C.P : - D : Falsafah dan tujuan Kamar Operasi. Upaya sosialisasi

- O : Kegiatan dan perilaku staf Kamar Operasi yang sesuai dengan falsafah dan tujuan.

- W : Staf Kamar Operasi.

Skor :



Keterangan :





S1.P2 Tindakan pembedahan dilakukan sedemikian rupa sehingga menghilangkan efek emosional dan memberi rasa aman pada pasien.

Skor :
0 = Tidak ada kebijakan untuk menghilangkan efek emosional dan memberi rasa aman pada pasien.
1 = Ada kebijakan tidak tertulis
2 = Ada kebijakan tertulis tentang informed consent.
3 = Ada kebijakan tertulis tentang informed consent serta kebijakan lain untuk menghilangkan efek emosional dan memberi rasa aman pada pasien yang ditetapkan dengan keputusan Kepala Kamar Operasi.
4 = Ada kebijakan tertulis tentang informed consent serta kebijakan lain untuk menghilangkan efek emosional dan memberi rasa aman pada pasien yang ditetapkan dengan keputusan Pimpinan RS; Sudah diketahui dan dipahami oleh semua staf Kamar Operasi.
5 = Ada kebijakan tertulis tentang informed consent serta kebijakan lain untuk menghilangkan efek emosional dan memberi rasa aman pada pasien yang ditetapkan dengan keputusan Pimpinan RS; Sudah diketahui dan dipahami oleh semua staf Kamar Operasi disertai adanya evaluasi tentang hal tersebut.

D.O : a. Kebijakan adalah kebijakan untuk menghilangkan efek emosional operasi dan memberi rasa aman pada pasien, antara lain tentang infomed consent, penyuluhan, perilaku petugas terhadap penderita, dan prosedur pre-Medisal.
b. Evaluasi adalah evaluasi kebijakan apakah sudah mencapai tujuan, apakah sudah dapat dilaksanakan dengan baik.
c. Kebijakan tentang Informed Consent ditetapkan mengacu pada pedoman yang dimuat dalam :
c.1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik.
c.2. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik : HK.00.06.3.5.1866, tanggal 21 April 1999 tentang Pedoman Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent).


C.P : - D : Dokumen tertulis berupa notulen rapat yang membahas evaluasi SPO, bukti pelaksanaan Informed Consent, keputusan pimpinan RS.
- O : Sikap dan perilaku staf Kamar Operasi terhadap penderita dan keluarganya.
- W : Pasien yang akan dan sudah dioperasi, staf Kamar Operasi.

Skor :


Keterangan :





S1.P3 Kemampuan pelayanan Kamar Operasi harus sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.

Skor :
0 = Tidak ada data untuk mengetahui kemampuan rumah sakit dan masyarakat.

1 = Ada data tidak lengkap

2 = Ada data lengkap belum diolah

3 = Ada data tidak lengkap sudah diolah

4 = Ada data lengkap, sudah diolah dan dianalisis

5 = Ada data lengkap, sudah diolah dan dianalisis disertai rekomendasi kepada Komite Medis dan/atau pimpinan RS tentang tindak lanjut untuk menyesuaikan kemampuan Kamar Operasi dengan kebutuhan masyarakat.

D.O : a. Data yang sudah dianalisis adalah data yang sudah diolah dan menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipakai untuk melakukan rekomendasi. Data yang baru diolah menjadi bentuk grafis, belum dapat dikategorikan sebagai sudah dianalisis.
b. Rekomendasi dibuat berdasarkan data yang sudah dianalisis.
c. Tindak lanjut adalah kegiatan untuk memantau kemajuan rekomendasi atau usulan yang diajukan.
d. Data yang dimaksud adalah kegiatan pelayanan (per disiplin) yang dilakukan di Kamar Operasi, dan Data Rujukan Bedah keluar

C.P : - D : Notulen rapat, data yang sudah dianalisis, rekomendasi

- O : -

- W : Kepala Kamar Operasi, Komite Medis.


Skor :



Keterangan :











S1.P4 Ada kerjasama antar disiplin.

Skor :
0 = Tiap karyawan di Kamar Operasi bekerja sendiri sesuai disiplin ilmunya.

1 = Ada ketentuan tidak tertulis yang mengatur kerjasama antar disiplin ilmu; ketentuan belum dilaksanakan.

2 = Ada ketentuan tertulis yang mengatur kerjasama antar disiplin; ketentuan belum dilaksanakan.

3 = Ada ketentuan tertulis yang mengatur kerjasama antar disiplin; ketentuan belum terlaksana sepenuhnya.

4 = Ada ketentuan tertulis yang mengatur kerjasama antar disiplin; ketentuan sudah terlaksana sepenuhnya.

5 = Ada ketentuan tertulis yang mengatur kerjasama antar disiplin; ketentuan sudah terlaksana sepenuhnya disertai adanya evaluasi berkala terhadap mekanisme yang dijalankan.


D.O : a. Kerjasama antar disiplin : kerjasama yang terintegrasi dan seamless sehingga penderita tidak merasa mendapatkan pelayanan yang terkotak-kotak. Dengan perkataan lain, penderita tidak merasakan adanya perbedaan disiplin ilmu yang melayaninya.
b. Ketentuan yang mengatur kerjasama : ketentuan yang mengatur mekanisme kerjasama antara lain mekanisme konsultasi medis, pertemuan berkala multidisipliner, baik yang bersifat medis (kasus pre/post operastif) maupun yang bersifat non medis (pengadaan alat/bahan habis pakai).

C.P : - D : SPO yang mengatur kerjasama antar disiplin.
- O : -
- W : Staf Kamar Operasi

Skor :



Keterangan :











Std. 2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN.

Kamar operasi merupakan bagian integral dari unit rumah sakit dan diatur agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

S2.P1 Bagan organisasi Kamar Operasi ditetapkan sesuai kebutuhan.

Skor :
0 = Tidak ada bagan organisasi.

1 = Ada bagan organisasi tidak lengkap ditetapkan tidak tertulis di kamar operasi.

2 = Ada bagan organisasi tidak lengkap ditetapkan tertulis di kamar operasi.

3 = Ada bagan organisasi lengkap ditetapkan tertulis oleh kepala kamar operasi yang mencerminkan hubungan-hubungan kerja intern kamar operasi.

4 = Ada bagan organisasi lengkap ditetapkan tertulis oleh kepala kamar operasi yang mencerminkan hubungan-hubungan kerja terintegrasi dengan unit kerja lain.

5 = Ada bagan organisasi lengkap ditetapkan tertulis oleh pimpinan RS yang juga mencerminkan hubungan-hubungan kerja terintegrasi dengan unit kerja lain.


D.O : a. Bagan organisasi tidak lengkap berarti hanya ada garis struktural saja.
b. Ad.3 : Ada garis komando dan garis koordinasi dalam organisasi Kamar Opreasi saja, tanpa melibatkan unit kerja lain.
c. Ad.4. : Jelas terlihat adanya koordinasi dengan unit kerja lain di luar organisasi Kamar Operasi.

C.P : - D : Uraian jabatan karyawan (job description), bagan organisasi Kamar Operasi dan rumah sakit.

- O : Sudah dilaksanakan dengan baik, terlihat dari program kerja dan hal-hal praktis lainnya.

- W : Staf Kamar Operasi

Skor :



Keterangan :







S2.P2 Hak dan kewajiban staf medis bedah dan anestesi ditentukan oleh pimpinan rumah sakit berdasarkan saran dari Komite Medis atau Sub Komite Kredensial.

Skor :
0 = Tidak ada ketentuan tertulis mengenai hal ini.

1 = Ada ketentuan tidak tertulis.

2 = Ada ketentuan tertulis yang ditetapkan sendiri oleh Kepala Kamar Operasi.

3 = Ada ketentuan tertulis yang dibuat oleh Komite Medis.

4 = Ada ketentuan tertulis yang dibuat oleh Komite Medis dengan keputusan pimpinan RS.

5 = Ada ketentuan tertulis yang dibuat oleh Komite Medis dengan keputusan pimpinan RS; Ketentuan sudah diketahui semua staf kamar operasi.

D.O : Ketentuan termasuk cakupan dari masing-masing disiplin, memperjelas/mengatur daerah “kelabu” antar 2 disiplin.

C.P : - D : Ketentuan tertulis tentang hak dan kewajiban staf medis bedah dan anestesi, bukti sosialisasi ketentuan.
- O : -
- W : Staf medis.

Skor :



Keterangan :




















S2.P3 Ada kebijakan dan ketentuan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi nosokomial.

Skor :
0 = Tidak ada kebijakan dan ketentuan.

1 = Tidak ada kebijakan; ada ketentuan tidak tertulis.

2 = Tidak ada kebijakan; ada ketentuan tertulis ditetapkan oleh Kepala Kamar Operasi; ketentuan belum dilaksanakan.

3 = Tidak ada kebijakan; ada ketentuan tertulis ditetapkan oleh Kepala Kamar Operasi; ketentuan sudah dilaksanakan.

4 = Ada kebijakan dan ketentuan tertulis ditetapkan oleh Kepala Kamar Operasi; kebijakan dan ketentuan sudah dilaksanakan.

5 = Ada kebijakan dan ketentuan tertulis ditetapkan oleh Pimpinan RS; kebijakan dan ketentuan sudah dilaksanakan.

D.O : Yang dimaksud dengan kebijakan disini adalah ketentuan-ketentuan yang mengacu pada program pengendalian infeksi nosokomial rumah sakit; yang dimaksud dengan ketentuan adalah berbagai prosedur yang harus dilaksanakan oleh semua staf di Kamar Operasi.

C.P : - D : SPO Pengendalian Infeksi Nosokomial di RS.

- O : Cara kerja staf Kamar Operasi

- W : Staf Kamar Operasi.

Skor :



Keterangan :
















S2.P4 Pelayanan anestesi di Kamar Operasi dilaksanakan oleh Tim.

Skor :
0 = Tidak ada tim khusus.

1 = Ada perawat terlatih dan dokter umum.

2 = Ada perawat terdidik dan dokter umum.

3 = Ada perawat terdidik dan dokter umum terlatih.

4 = Ada perawat terdidik ; dokter umum terlatih dan dokter spesialis anestesiologi.

5 = Ada perawat terdidik ; dokter umum terlatih dan dokter spesialis anestesiologi dan dokter anestesiologi konsultan.


D.O : 1. Perawat mahir/terlatih dibidang anestesi adalah perawat yang telah mendapat pendidikan sekurang-kurangnya selama 6 bulan atau perawat yang bekerja pada pelayanan anestesi di rumah sakit minimal 1 tahun.
2. Perawat anestesi adalah perawat yang mendapat pendidikan di bidang anestesi dan telah menyelesaikan program D3 Anestesi atau yang sederajat.
3. Dokter umum terlatih adalah dokter yang telah mendapat pelatihan anestesiologi sekurang-kurangnya 6 bulan.

C.P : - D : Sertifikat, Brevet, SK Pimpinan RS, data kepegawaian
- O : -
- W : -

Skor :



Keterangan :
















Std. 3. STAF DAN PIMPINAN.

Pelayanan Kamar Operasi harus dilaksanakan oleh tenaga medis, paramedis perawatan dan paramedis non perawatan yang terlatih dan berpengalaman.

S3. P1 Jenis dan tenaga harus disedaiakan berdasarkan fungsi, kemampuan, utilisasi dan cakupan pelayanan rumah sakit.

Skor :
0 = Tidak ada data tentang kebutuhan tenaga di Kamar Operasi.

1 = Ada data belum dianalisis.

2 = Ada data sudah dianalisis, sudah disampaikan pada Pimpinan RS.

3 = Ada data sudah dianalisis, ada perencanaan ketenagaan di Kamar Operasi, belum dilaksanakan.

4 = Ada data sudah dianalisis, ada perencanaan ketenagaan di Kamar Operasi, terlaksana sebagaian.

5 = Ada data, sudah dianalisis, ada perencanaan ketenagaan, terlaksana sepenuhnya.

D.O : a. Parameter ini menilai kegiatan perencanaan ketenagaan (manpower planning) yang prosesnya adalah pengumpulan data (fungsi, kemampuan utilisasi dan cakupan pelayanan rumah sakit), analisis data, perencanaan ketenagaan dan pengisian tenaga sesuai rencana. Seluruh kegiatan ini seharusnya menjadi kegiatan rutin rumah sakit dalam bentuk program kerja.
b. Terlaksana sebagian : sebagian tenaga di Kamar Operasi sesuai dengan perencanaan ketenagaan, sebagian lain belum sesuai perencanaan.
c. Terlaksana sepenuhnya : seluruh tenaga sudah sesuai dengan perencanaan kegiatan.

C.P : - D : a. Perencanaan ketenagaan, beserta data-data yang berhubungan dengan hal itu.
b. Susunan organisasi dan kualifikasi personil.
- O : -
- W : Staf Kamar Operasi

Skor :



Keterangan :







S3. P2 Staf medis yang bekerja di Kamar Operasi memiliki latar belakang pendidikan, pelatihan dan pengalaman dalam bidangnya dan memperoleh izin kerja dari pimpinan.

Skor :
0 = Tidak ada SPO (Standar Prosedur Operasional) seleksi dan rekrutmen staf medis yang bekerja di Kamar Operasi.

1 = SPO sedang disusun.

2 = SPO tertulis sudah disusun. Belum ada SK Pimpinan RS.

3 = Ada SPO seleksi dan rekrutmen staf medis tertulis yang ditetapkan dengan SK Pimpinan RS.

4 = Ada SPO seleksi dan rekrutmen staf medis tertulis yang ditetapkan dengan SK Pimpinan RS, terlaksana sebagian.

5 = Semua staf medis diangkat sesuai SPO seleksi dan rekrutmen.


D.O : a. SPO seleksi dan rekrutmen staf medis adalah SPO yang mengatur bagaimana memilih dan mempekerjakan tenaga medis Kamar Operasi. Dalam SPO ini tercantum juga kriteria kualifikasi yang harus dipenuhi. SPO harus memuat kewenangan Komite Medis/Sub Komite Kredensial dalam hal ini seleksi dan rekrutmen staf medis yang bekerja di Kamar Operasi.
b. Terlaksana sebagian : sebagian staf medis diangkat melalui mekanisme seleksi dan rekrutmen tersebut.

C.P : - D : SPO
- O : -
- W : Bagian Kepegawaian, Staf Kamar Operasi

Skor :



Keterangan :













S3. P3 Pelayanan perawatan di Kamar Operasi dikepalai oleh seorang perawat yang memiliki pendidikan, pelatihan dan pengalaman mengelola Kamar Operasi.

Skor :
0 = Tidak ada kepala perawatan.

1 = Kepala Perawatan Kamar Operasi dirangkap oleh petugas lain.

2 = Dikepalai oleh seorang perawat.

3 = Dikepalai oleh seorang perawat yang memenuhi persyaratan a atau b.

4 = Dikepalai oleh perawat yang memenuhi syarat c dan a, ditetapkan dengan SK Pimpinan RS.

5 = Dikepalai oleh perawat yang memenuhi syarat c dan b, ditetapkan dengan SK Pimpinan RS.


D.O : Kriteria kualifikasi Kepala Perawatan Kamar Operasi
a. SPK ditambah dengan pengalaman kerja 5 tahun di Kamar Operasi.
b. D3 Keperawatan ditambah dengan pengalaman kerja 3 tahun di Kamar Operasi.
c. Mempunyai sertifikat PPGD/BLS

C.P : - D : SK Pengangkatan, sertifikat PPGD/BLS.
- O :
- W : Staf Kamar Operasi.

Skor :



Keterangan :

















S3. P4 Ada kepala yang bertanggungjawab atas pengelolaan Kamar Operasi.

Skor :
0 = Tidak ada kepala yang khusus bertanggung jawab terhadap kegiatan Kamar Operasi.

1 = Ada Perawat sebagai Kepala Kamar Operasi.

2 = Ada Dokter Umum sebagai Kepala, tanpa SK Pengangkatan.

3 = Ada Dokter Umum sebagai Kepala yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit

4 = Ada Dokter Spesialis sebagai Kepala yang ditetapkan oleh Pimpinan RS.

5 = Ada Dokter Spesialis Kepala yang ditetapkan oleh Pimpinan RS berdasarkan rekomendasi Komite Medis.

D.O : Yang dimaksud dengan Dokter Spersialis disini adalah Dokter Spesialis dalam kelompok Bedah (misalnya Bedah, THT, Obgin dll)

C.P : - D : SK Pengangkatan
- O : -
- W : -

Skor :



Keterangan :






















Std. 4. FASILITAS DAN PERALATAN.

Rancang bangun dan peralatan Kamar Operasi harus memenuhi syarat agar dapat mendukung terselenggaranya pelayanan pembedahan yang efektif dan didukung dengan program pemeliharaan peralatan kedokteran dan program pengamanan (safe practice).


S4. P1 Rancang bangun Kamar Operasi harus memenuhi syarat :

Skor :
0 = Tidak memenuhi satu persyaratan pun.

1 = Memenuhi salah satu persyaratan.

2 = Memenuhi 2 persyaratan.

3 = Memenuhi 3 persyaratan.

4 = Memenuhi 4 persyaratan.

5 = Memenuhi 4 persyaratan, dan ada evaluasi rancang bangun Kamar Operasi.


D.O : 1. Kamar Operasi : adalah unit kerja/instalasi tempat melakukan tindakan operasi.
2. Syarat yang harus dipenuhi :
a. Mudah dicapai, baik untuk kasus rutin maupun kasus darurat.
b. Penerimaan pasien berdekatan dengan perbatasan daerah steril dan non-steril.
c. Ada kebebasan bergerak bagi tempat tidur (brancard) pasien dengan sedikit persimpangan.
d. Ada batas yang jelas antara daerah steril dan non-steril yang dibuat sedemikian rupa sehingga mendorong peningkatan disiplin pemakaian baju steril.

C.P : - D : Denah / Rancang bangun Kamar Operasi.
- O : Keadaan Kamar Operasi
- W : -

Skor :



Keterangan :







S4. P2 Kamar Operasi harus mempunyai ruangan yang memenuhi syarat.

Skor :
0 = Tidak memenuhi persyaratan.

1 = Memenuhi persyaratan a dan c.

2 = Memenuhi persyaratan a, b, dan c.

3 = Memenuhi 4 persyaratan termasuk persyaratan a, b, dan c.

4 = Memenuhi 6 persyaratan.

5 = Memenuhi 6 persyaratan dan ada evaluasi serta rencana pengembangan.

D.O : 1. Persyaratan yang harus dipenuhi :

a. Kamar yang tenang, tempat pasien menunggu tindakan anestesi, dan dilengkapi dengan fasilitas untuk induksi anestesi.
b. Kamar pulih (recovery).
c. Ruang ganti pakaian pria dan wanita terpisah.
d. Kamar operasi yang berhubungan langsung dengan kamar induksi (lihat diatas).
e. Ruang yang cukup untuk menyimpan peralatan, linen,. Obat/farmasi termasuk bahan narkotik.
f. Ruang untuk mendukung fungsi pendidikan/pelatihan.
g. Ruang/tempat pengumpulan/pembuangan peralatan dan linen bekas pakai operasi.
h. Tersedia ruang istirahat dan kelengkapan yang cukup bagi petugas yang harus berada di Kamar Operasi dalam jangka lama (misalnya WC, makanan, minuman, ruang duduk).

2. Persyaratan minimal adalah a, b, dan c.

C.P : - D : Denah / Rancang bangun Kamar Operasi.
- O : Kamar Operasi
- W : -

Skor :



Keterangan :









S4. P3 Kamar Operasi memiliki perlengkapan yang memenuhi syarat

Skor :
0 = Tidak memenuhi persyaratan.

1 = Memenuhi persyaratan b saja.

2 = Memenuhi persyaratan b, c, dan d.

3 = Memenuhi persyaratan a, b, c, dan d.

4 = Memenuhi seluruh persyaratan.

5 = Memenuhi seluruh persyaratan dan ada evaluasi serta rencana pengembangan.

D.O : Persyaratan yang harus dipenuhi :

a. Alat pengatur temperatur dan kelembaban yang aman bagi pasien yang dibius. Peralatan ini diperiksa oleh petugas pemeliharaan (maintenance) secara teratur.
b. Ada persediaan gas medis yang cukup.
c. Ada pengisap lendir yang berfungsi baik.
d. Ada stop kontak listrik yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
e. Cukup tersedia cadangan gas medis, listrik diesel dan pengisap lendir yang dapat bekerja bila sumber listrik utama mati.

C.P : - D : Daftar perlengkapan
- O : Peralatan di Kamar Operasi
- W :

Skor :



Keterangan :

















S4. P4 Ada program pengamanan yang memenuhi persyaratan.

Skor :
0 = Tidak memenuhi persyaratan.

1 = Memenuhi persyaratan b saja.

2 = Memenuhi persyaratan b, dan c.

3 = Memenuhi persyaratan a, b, dan c.

4 = Memenuhi seluruh persyaratan.

5 = Memenuhi seluruh persyaratan dan ada program pemeliharaan secara teratur.

D.O : 1. Persyaratan yang harus dipenuhi :

a. Standar pengkabelan yang sesuai dengan standar keamanan jantung atau tubuh.
b. Standar peralatan listrik Medis.
c. Ada sistem pembuangan gas anestesi yang aman
d. Ada program sterilisasi / pembersihan

C.P : - D : -
- O : Peralatan Kamar Operasi
- W : -

Skor :



Keterangan :


















S4. P5 Peralatan dalam ruang operasi harus memenuhi syarat.

Skor :
0 = Peralatan tidak memenuhi standar.
1 = Memenuhi satu persyaratan.
2 = Memenuhi dua persyaratan.
3 = Memenuhi 3 persyaratan
4 = Memenuhi 4 persyaratan, tak ada sistem pemeliharaan dan pemantauan rutin.
5 = Memenuhi semua persyaratan dan mempunyai sistem pemeliharaan dan pemantauan rutin. Semua alat berfungsi dengan baik.

D.O : 1. Persyaratan yang harus dipenuhi :
a. Perlengkapan dasar dan alat operasi yang jumlahnya cukup untuk mendukung pelayanan operasi.
b. Alat untuk mendukung fasilitas bedah khusus. Bila ada peralatan khusus yang dibawa sendiri oleh ahli bedahnya, maka harus ada fasilitas untuk sterilisasi cepat.
c. Alat anestesi sesuai standar minimal sesuai yang di rekomendasikan oleh ikatan profesi anestesi.
d. Alat dan obat untuk resusitasi dan gawat darurat.
e. Ada sistem pemeliharaan dan pemantauan rutin. Ada sistem perbaikan berdasarkan perkiraan keausan alat agar alat senantiasa dalam batas keamanan.

2. Persyaratan minimal adalah a, c, dan d.
3. Perlengkapan dasar adalah basic surgery set.
4. Daftar peralatan :
a. Harus ada daftar standar peralatan jenis dan jumlah yang ditanda tangani Komite Medis.
b. Harus ada daftar peralatan yang ada di RS, dan yang dibawaoleh Dokter Bedah dari luar RS, atau dibawa dari RS keluar, ditanda tangani Kepala Kamar Operasi.

Keterangan :
1. Ad.B. hanya dinilai bila ada persyaratan bedah khusus (utk rumah sakit besar). Fasilitas sterilisasi cepat seperti Cairan Adelhyde, atau sterilisator kecil.
2. Ad.C. dari wawancara dengan beberapa orang ahli anestesi, belum ada standar seperti itu.
3. Ad.D. Termasuk monitor jantung, defibrilator yang harus diperiksa setiap selesai pemakaian atau minimal seminggu sekali. Harus ada catatan tentang prosedur penggunaan, dan hasil kalibrasi.

C.P : - D : -
- O : -
- W : -

Skor :



Keterangan :



Std. 5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR.

Kebijakan dan prosedur yang mengatur tentang pengelolaan dan pelayanan Kamar Operasi harus dibuat tertulis dan dipasang di Kamar Operasi.

S5. P1 Kebijakan dan prosedur harus tertulis, ditelaah secara teratur oleh panitia Kamar Operasi atau Komite Medis dan notulen telaah tersebut harus didokumentasikan.

Skor :
0 = Tidak ada kebijakan dan prosedur tertulis.
1 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis tidak lengkap.
2 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis, lengkap, ditetapkan dengan SK Kepala Kamar Operasi.
3 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis, lengkap, ditetapkan dengan SK pimpinan RS, ada telaah teratur.
4 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis, lengkap, ditetapkan dengan SK pimpinan RS, ada telaah teratur disertai rekomendasi perbaikan.
5 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis, lengkap, ditetapkan dengan SK pimpinan RS, ada telaah teratur, rekomendasi perbaikan dan ada tindak lanjut perbaikan.

D.O : Yang termasuk dalam kebijakan ini adalah hal berikut :
a. Cara melakukan pemeriksaan identitas pasien sewaktu tiba di kamar operasi, pemastian teknik serta lokasi operasi dan izin operasi (informed consent).
b. Catatan kecelakaan/kegagalan dan mekanisme bagaimana hal tersebut dilaporkan kepada yang berwenang.
c. Fungsi dan peran kamar operasi dalam keadaan darurat di rumah sakit, yaitu fungsi dan peran kamar operasi dalam hospital disaster plan.
d. Penjelasan cara menjadwalkan pasien untuk operasi (baik elektif maupun darurat) dan prosedur untuk menunda atau menambahkan pasien pada jadwal operasi yang sudah ada.
e. Prosedur pengendalian infeksi termasuk perlindungan dari penularan, misalnya hepatitis.
f. Prosedur yang harus dilakukan bila ada ketidaksesuaian penghitungan. Yang dimaksud dengan ketidak sesuaian penghitungan adalah berbedanya penghitungan kasa dan/atau alat sebelum dan sesudah operasi.
g. Laporan operasi harus dibuat dalam rekam medis pasien. Setiap laporan harus berisi prosedur yang rinci, temuan selama operasi, siapa yang terlibat, cara pembalutan, sistem drainase dan instruksi pasca bedah. Disamping itu, harus ada catatan jumlah kasa dan instrumen operasi.

C.P : - D :
- O :
- W :

Skor :


Keterangan :



S5. P2 Ada program dan prosedur tertulis tentang pemeliharaan dan perbaikan peralatan.

Skor :
0 = Tidak ada program atau prosedur tertulis.

1 = Sedang disusun.

2 = Ada program pemeliharaan, prosedur belum/sedang disusun.

3 = Ada program dan prosedur tertulis.

4 = Ada program dan prosedur tertulis, diketahui oleh pihak-pihak terkait, pelaksanaan belum baik.

5 = Ada program dan prosedur tertulis, diketahui oleh pihak-pihak terkait, pelaksanaan baik.

D.O : Pelaksanaan baik : peralatan selalu berfungsi dengan baik, termasuk peralatan cadangan untuk emergency.

C.P : - D : Program pemeliharaan alat, laporan kerusakan/down time alat, catatan pemeliharaan alat (log), evaluasi dan laporan lainnya.

- O : Keadaan alat di kamar operasi.

- W : Staf Kamar Operasi, Staf Instalasi Pemeliharaan Sarana RS.

Skor :



Keterangan :


















S5. P3 Ada program pengendalian logistik yang efektif.

Skor :
0 = Tidak ada program pengendalian logistik.

1 = Program sedang disusun.

2 = Ada program tertulis, belum dilaksanakan.

3 = Ada program tertulis, dilaksanakan dengan beberapa kekurangan.

4 = Ada program tertulis, pelaksanaan baik.

5 = Ada program tertulis, pelaksanaan baik, ada evaluasi berkala tertulis, rekomendasi dan follow-up.

D.O : Pelaksanaan baik dilihat dari : tidak pernah terputusnya supply, tidak ada kehilangan barang (alat kesehatan, benang atau peralatan lainnya) atau, kehilangan segera diketahui < 48 jam.

C.P : - D : Program pengendalian logistik, laporan-laporan dan evaluasi

- O :

- W :

Skor :



Keterangan :



















S5. P4 Tersedia prosedur tertulis melaksanakan pelayanan anestesi pada masa pra, saat dan pasca anestesi.

Skor :
0 = Tidak ada prosedur tertulis.

1 = Ada prosedur tidak tertulis tidak lengkap

2 = Ada prosedur tidak tertulis lengkap.

3 = Ada prosedur tertulis tidak lengkap ditetapkan sendiri di kamar operasi.

4 = Ada prosedur tertulis lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS.

5 = Ada prosedur tertulis lengkap ditetapkan oleh pimpinan RS disertai adanya evaluasi terhadap prosedur, rekomendasi dan tindak lanjutnya.

D.O : Prosedur yang harus ditetapkan meliputi prosedur-prosedur selama masa pra anestesi, masa anestesi dan masa pasca anestesi.

C.P : - D : SK pimpinan RS, buku/prosedur

- O :

- W : Petugas di Kamar Operasi dan PR

Skor :



Keterangan :



















Std. 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN.

Pendidikan berkelanjutan (in-service educational programme) harus dikembangkan untuk tenaga dari unit tersebut sehingga staf dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuannya untuk melaksanakan tindakan dan prosedur baru.


S6. P1 Pengembangan staf dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan Kamar Operasi dan rumah sakit.

Skor :
0 = Tidak ada data dan analisis data kebutuhan pelatihan

1 = Data yang diperlukan untuk penilaian kebutuhan pelatihan (training needs assessment) sedang dikumpulkan.

2 = Ada data untuk penilaian kebutuhan pelatihan.

3 = Ada data, sudah dianalisis.

4 = Ada data, sudah dianalisis, ada program pengembangan staf Kamar Operasi yang disusun berdasarkan kebutuhan pelayanan, sudah menjadi program pendidikan dan pelatihan dan sudah dilaksanakan.

5 = Ada data, sudah dianalisis, ada program pengembangan staf Kamar Operasi yang disusun berdasarkan kebutuhan pelayanan, sudah menjadi program pendidikan dan pelatihan, ada evaluasi pelaksanaan program serta rekomendasi dan tindak lanjut.

D.O : a. Data kebutuhan pelatihan (Training Need Assessment) adalah data personil (kemampuan, pendidikan dan sebagainya) dan data kemampuan/ketrampilan yang diperlukan untuk menunjang pelayanan Kamar Operasi / RS.
b. Data kebutuhan pelayanan adalah jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh pengguna jasa, baik kebutuhan yang timbul akibat perkembangan ilmu maupun akibat perubahan morbiditas di lingkup kerja rumah sakit.

C.P : - D : Data, program, laporan, evaluasi, rekomendasi
- O : -
- W : Staf Diklat

Skor :



Keterangan :






Std. 7. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU

Harus ada prosedur evaluasi untuk menilai penampilan kerja staf dan mutu pelayanan pembedahan.


S7. P1 Harus ada program peningkatan mutu yang dievaluasi dan diperbarui secara teratur sesuai perkembangan ilmu.

Skor :
0 = Tidak ada program peningkatan mutu.

1 = Program peningkatan mutu sedang disusun.

2 = Program peningkatan mutu ditetapkan dengan SK Kepala Kamar Operasi.

3 = Program peningkatan mutu ditetapkan dengan SK Direksi, belum lengkap.

4 = Program peningkatan mutu ditetapkan dengan SK Direksi, lengkap, pelaksanaan baik, ada evaluasi.

5 = Program peningkatan mutu ditetapkan dengan SK Direksi, lengkap, pelaksanaan baik, ada evaluasi dan ada tindak lanjut.

D.O : Program peningkatan mutu yang lengkap harus termasuk kegiatan dibawah ini :
a. Melakukan evaluasi dan melaporkan prestasi kerja staf dengan melibatkan staf dalam penilaian kerjanya serta memberikan duplikat penilaian kepadanya.
b. Menyelidiki dan melaporkan utilisasi Kamar Operasi.
c. Menyelidiki dan melaporkan keluhan atau kekurangan dalam pelayanan dan memperbaikinya.
d. Menyelidiki dan melaporkan kecelakaan yang terjadi di Kamar Operasi dan memperbaiki agar tidak terulang kembali.
e. Menyiapkan dokumen pencatatan kegiatan pelayanan untuk mengidentifikasi dan meramalkan kebutuhan di masa mendatang untuk membantu perencanaan jangka panjang rumah sakit.
f. Memastikan bahwa instrumen dan metoda evaluasi ditelaah secara teratur dan diperbaiki sesuai perkembangan ilmu.

C.P : - D : Program kerja
- O : -
- W : -

Skor :



Keterangan :






S7. P2 Ada pertemuan berkala untuk membahas peningkatan mutu pelayanan pembedahan.

Skor :
0 = Tidak ada rapat yang membahas upaya peningkatan mutu pelayanan.

1 = Ada rapat berkala, tetapi bukan khusus untuk membahas upaya peningkatan mutu.

2 = Ada rapat khusus untuk membahas upaya peningkatan mutu, tidak teratur, ada dokumentasi.

3 = Ada rapat khusus untuk membahas upaya peningkatan mutu, teratur, ada dokumentasi.

4 = Ada rapat khusus untuk membahas upaya peningkatan mutu, teratur, ada dokumentasi, ada rekomendasi.

5 = Ada rapat khusus untuk membahas upaya peningkatan mutu, teratur, ada dokumentasi, ada rekomendasi dan tindak lanjut.


D.O : Cukup jelas.

C.P : - D : Notulen rapat, laporan, rekomendasi,laporan tindak lanjut
- O : -
- W : -

Skor :



Keterangan :




















S7. P3 Data pasien dan tindakan anestesi tercatat dalam dokumen rekam medis dengan lengkap, jelas dan benar.

Skor :
0 = Tidak ada data dalam rekam Medis

1 = Ada data dalam rekam Medis, tidak lengkap

2 = Ada data dalam rekam Medis, lengkap

3 = Ada data dalam rekam Medis, lengkap dan dilakukan evaluasi oleh Tim

4 = Ada data dalam rekam Medis, lengkap dan dilakukan evaluasi oleh Tim disertai rekomendasi.

5 = Ada data dalam rekam Medis, lengkap dan dilakukan evaluasi oleh Tim disertai rekomendasi dan tindak lanjut.


D.O : Tersedia lembar/format khusus untuk mencatat data pasien dan tindakan anestesi.

C.P : - D : Rekam medis, laporan, bukti evaluasi, rekomendasi dan tindak lanjut
- O : Ruang rawat inap bedah
- W : Petugas rekam Medis rumah sakit.

Skor :



Keterangan :

Jumat, 12 Maret 2010

khasiat pepaya : dari akar hingga buahnya...

Pepaya karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain.Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar.Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan.Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.

Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker.

Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Berikut beberapa Tips meramunya :

1. Biji
- Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
- Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring. Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.

2. Akar
- Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
- Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
- Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.

3. Getah
- Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
- Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

4. Daun
- Sebagai pengontrol tekanan darah, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
- Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
- Obat nyeri perut saat haid, ambil 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya. Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.

5. Buah mentah
- Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.

6. Buah masak
- Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.

anto/KF/v/kompas

Kamis, 11 Maret 2010

saya lagi nyoba bikin ini blog...
mohon saran dan bimbingan kepada temen blogger semua...
makasi sebelumnya...

Ketika harapan seseorang dikurangi hingga titik nol, dia akan sungguh-sungguh mengapresiasi semua yang dia miliki saat ini...