selamat datang...

terimakasih... anda telah mengunjungi blognya ANTO...

semoga kontent dari blog ini dapat bermanfaat bagi pengunjung sekalian...

Rabu, 24 Maret 2010

askep komunitas

Konsep Dasar Keluarga
1.Pengertian
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul serta tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, {Dep Kes RI, 1998})

Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan, atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. ( Salvicion G Bailon Dan Aracelis Maglaya, 1998)

Dari definisi definisi tersebut diatas, penulis dapat membuat kesimpulan bahwa keluarga adalah:
a. Unit terkecil masyarakat.
b. Terdiri dari dua orang atau lebih.
c. Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah.
d. Hidup dalam satu rumah tangga.
e. Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga.

2.Tipe Keluarga
a.Keluarga inti (Nuclear family)
Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
b.Keluarga besar (Extended family)
Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.Keluarga berantai (Serial family)
Adalah keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.Keluarga duda atau janda (Single family)
Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian
e.Keluarga komposisi (Composite family)
Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.Keluarga kahabitas (Cohabitation family)
Adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.



3.Tahap perkembangan keluarga
Tahap-tahap kehidupan keluarga menurut Duvall adalah sebagai berikut :
a.Tahap pembentukan keluarga
Tahap ini dimulai dari pernikahan, yang dilanjutkan dalam membentuk rumah tangga.
b.Tahap menjelang kelahiran anak
Tugas keluarga yang utama untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang dinantikan
c.Tahap menghadapi bayi
Dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak, karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat bergantung kepada kedua orang tua dan kondisinya masih sangat lemah.
d.Tahap menghadapi anak pra sekolah
Pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan, karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma kehidupan agama, sosial, budaya dan sebagainya.
e.Tahap menghadapi anak sekolah
Dalam tahap ini tugas keluarga adalah bagaimana mendidik anak, mempersiapkan anak untuk mempersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas sekolah anak dan meningkatkan pengetahuan umum anak.
f.Tahap menghadapi anak remaja
Tahap ini yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak-anak mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling mengerti antara kedua orang tua dan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.
g.Tahap melepaskan anak ke masyarakat
Setelah melalui tahap remaja, anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya. Dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga.
h.Tahap berdua kembali
Setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri, tinggallah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak dapat menerima akan dapat menimbulkan depresi dan stres.
i.Tahap masa tua
Tahap ini masuk ke dalam tahap usia lanjut, dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia fana ini.(Effendi,1998)

4.Struktur Keluarga
a.Ciri-ciri struktur keluarga
1)Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan sebuah organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai. Organisasi yang baik ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antar anggota sebagai bentuk saling ketergantungan dalam mencapai tujuan.
2)Keterbatasan
Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak bisa semena-mena, tetapi mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-masing oleh anggota keluarga.
3)Perbedaan dan kekhususan
Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan masing-masing anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran ayah sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak.
b.Struktur keluarga
1)Dominasi jalur hubungan darah
a)Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah. Suku-suku di Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga Patrilineal.
b)Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ibu. Suku padang salah satu suku yang menggunakan struktur keluarga matrilineal.
2)Dominasi keberadaan tempat tinggal
a)Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak suami.
b)Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak istri.
3)Dominasi pengambilan keputusan
a)Patriakal
Dominasi pengambil keputusan ada pada pihak suami.
b)Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri.

5.Fungsi Keluarga
a.Fungsi biologis
Fungsi biologis bukan hanya ditujukan untuk meneruskan kelangsungan keturunan, tetapi juga memelihara dan membesarkan anak dengan gizi yang seimbang, memelihara dan merawat anggota keluarga juga bagian dari fungsi biologis keluarga.
b.Fungsi psikologis
Keluarga menjalankan fungsi psikologisnya antara lain untuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara anggota keluarga, membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitas keluarga.
c.Fungsi sosialissasi
Fungsi sosialisasi tercermin untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan-batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh pada anak. Meneruskan nilai-nilai budaya.
d.Fungsi ekonomi
Keluarga menjalankan fungsi ekonomisnya untuk mencari sumber-sumber penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penghasilan keluraga, menabung untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak dan jaminan hari tua.
e.Fungsi pendidikan
Keluarga menjalankan fungsi pendidikan untuk menyekolahkan anak dalam rangka memberikan pengetahuan, keterampilan, membentuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa, mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya

6.Tugas keluarga di bidang kesehatan
Dalam asuhan keperawatan keluarga, diharapkan keluarga mampu untuk :
a.Mengenal masalah kesehatan yang dialami anggotanya
b.Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi anggotanya
c.Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
d.Memodifikasi lingkungan sehingga akan terjamin kesehatan keluarga yang baik
e.Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di lingkungannya apabila ada anggotanya ada yang mengalami gangguan kesehatan

1 komentar:

  1. mantap infonnya...
    kalau bisa dicantumkan suumber ya...
    salam kenal...

    BalasHapus